Imunisasi Usia 1 bulan: BCG & Polio Tetes 1 (bOPV 1)
Pada usia 1 bulan bayi mendapat dua vaksin sekaligus: BCG untuk mencegah TBC berat dan Polio Tetes 1 (bOPV 1) sebagai pembuka rangkaian perlindungan polio. Keduanya gratis di posyandu dan puskesmas.
ⓘ Halaman ini bersifat edukatif, bukan saran medis. Untuk kebutuhan spesifik, konsultasikan dengan dokter anak atau bidan Anda.
Vaksin yang diberikan di usia 1 bulan
-
BCG
- Melindungi dari
- Tuberkulosis (TBC) berat pada anak, seperti TBC milier dan TBC selaput otak (meningitis).
- Cara pemberian
- Suntikan di lengan kanan atas, tepat di bawah kulit (intrakutan).
- Efek samping
- Bisul kecil (pustula) muncul di bekas suntikan 2–4 minggu kemudian, mengeluarkan sedikit nanah, lalu sembuh dan meninggalkan bekas luka kecil. Ini reaksi normal, bukan infeksi.
- Ketersediaan
- Gratis di posyandu dan puskesmas.
- Catatan
- Paling efektif bila diberikan sebelum usia 3 bulan; setelah usia 3 bulan umumnya tidak lagi dianjurkan bila tidak ada riwayat kontak dengan penderita TBC.
-
Polio Tetes 1 (bOPV 1)
- Melindungi dari
- Poliomielitis (polio), virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
- Cara pemberian
- Tetes langsung ke mulut (oral).
- Efek samping
- Hampir tanpa efek samping; sebagian bayi tampak lebih rewel sebentar.
- Ketersediaan
- Gratis di posyandu dan puskesmas.
- Catatan
- Sebaiknya bayi tidak makan atau minum (termasuk menyusu) sekitar 30 menit sebelum dan sesudah pemberian agar vaksin tidak dimuntahkan.
Mengapa penting di usia ini?
Indonesia adalah negara dengan beban TBC tinggi; BCG paling efektif melindungi bayi dari bentuk TBC paling berat bila diberikan sebelum usia 3 bulan. Polio tetes membangun kekebalan di saluran cerna, tempat virus polio liar masuk, dan mendukung program eradikasi polio Indonesia.
Yang perlu dibawa ke posyandu
Bawa Buku KIA atau kartu imunisasi, dan pastikan bayi dalam keadaan sehat (tidak demam). Kurangi asupan makan/minum sekitar 30 menit sebelum dan sesudah polio tetes agar vaksin tidak dimuntahkan. Datanglah pagi agar antrean lebih singkat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bekas suntikan BCG jadi bisul. Apakah harus diobati?
Tidak. Bisul kecil berisi nanah di lengan kanan 2–4 minggu setelah BCG adalah reaksi normal yang akan sembuh sendiri dan meninggalkan bekas luka kecil. Itu justru tanda vaksinnya bekerja. Jangan dipijat, ditetesi obat, atau dibalut; cukup dijaga bersih dan kering.
Bayi saya pilek ringan. Apakah tetap boleh diimunisasi?
Boleh. Pilek ringan atau batuk tanpa demam bukan alasan menunda imunisasi. Penundaan hanya diperlukan bila bayi demam tinggi atau sedang sakit berat. Petugas posyandu akan memeriksa kondisi bayi sebelum menyuntik.
Mengapa polio diberikan lewat tetes, bukan suntikan?
Vaksin polio tetes (bOPV) mengandung virus yang dilemahkan dan bekerja langsung di usus, pintu masuk virus polio liar, sehingga juga mencegah penularan. Suntikan IPV tetap diberikan di usia 4 bulan untuk memperkuat perlindungan di darah.
Jangan sampai terlewat. Catat dan dapatkan pengingat
Tandai dosis yang sudah diberikan di aplikasi WeLoveOurBaby dan dapatkan pengingat otomatis untuk jadwal berikutnya, dihitung dari tanggal lahir anak Anda.
Mulai catat imunisasi gratisUsia berikutnya: Usia 2 bulan
- Kemenkes RI, Ayo Sehat: Seputar Imunisasi (jadwal imunisasi rutin anak)
- IDAI, Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun (rekomendasi 2024)
Terakhir ditinjau: 2026-08