Imunisasi Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1 & Polio Tetes 2 (bOPV 2)
Di usia 2 bulan bayi memulai rangkaian vaksin terpenting balita: DPT-HB-Hib 1 (satu suntikan untuk lima penyakit) dan Polio Tetes 2. Ini kunjungan pertama dari tiga kunjungan berurutan di usia 2, 3, dan 4 bulan.
ⓘ Halaman ini bersifat edukatif, bukan saran medis. Untuk kebutuhan spesifik, konsultasikan dengan dokter anak atau bidan Anda.
Vaksin yang diberikan di usia 2 bulan
-
DPT-HB-Hib 1
- Melindungi dari
- Lima penyakit sekaligus dalam satu suntikan: difteri, batuk rejan (pertusis), tetanus, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b, penyebab utama pneumonia dan meningitis pada balita.
- Cara pemberian
- Suntikan di paha (intramuskular).
- Efek samping
- Demam, rewel, dan bengkak nyeri di bekas suntikan selama 1–2 hari. Efek ini cenderung lebih terasa pada dosis ke-2 dan ke-3.
- Ketersediaan
- Gratis di posyandu dan puskesmas; juga tersedia di klinik dokter anak (IDAI), umumnya sebagai vaksin kombinasi DPT-HB-Hib-IPV.
-
Polio Tetes 2 (bOPV 2)
- Melindungi dari
- Poliomielitis (polio). Dosis kedua memperkuat perlindungan dosis pertama.
- Cara pemberian
- Tetes langsung ke mulut (oral).
- Efek samping
- Hampir tanpa efek samping.
- Ketersediaan
- Gratis di posyandu dan puskesmas.
- Catatan
- Jarak minimal 4 minggu (28 hari) dari Polio Tetes 1.
Mengapa penting di usia ini?
Difteri dan pertusis (batuk rejan) dapat menyebabkan komplikasi berat bahkan kematian pada bayi, sementara Hib adalah penyebab utama pneumonia dan meningitis balita. Rangkaian tiga dosis diperlukan karena sistem kekebalan bayi belum mampu membentuk perlindungan penuh dari satu dosis saja.
Yang perlu dibawa ke posyandu
Bawa Buku KIA, kenakan pakaian bayi yang mudah dibuka di bagian paha (celana bergaris/kancing), dan siapkan waktu 15–30 menit untuk observasi setelah penyuntikan. Sebaiknya bayi sudah kenyang dan cukup istirahat agar lebih tenang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bayi demam setelah DPT-HB-Hib. Apa yang harus dilakukan?
Demam ringan 1–2 hari adalah reaksi normal dan tanda tubuh membentuk antibodi. Berikan paracetamol sesuai dosis pada kemasan atau anjuran petugas, kompres hangat di bekas suntikan, dan perbanyak menyusu. Bila demam tinggi lebih dari 2 hari, bayi tampak sangat lemas, atau menangis terus-menerus, segera periksa ke dokter.
Apa arti DPT-HB-Hib?
Ini vaksin kombinasi lima-dalam-satu: D (difteri), P (pertusis/batuk rejan), T (tetanus), HB (hepatitis B), dan Hib (Haemophilus influenzae tipe b). Kombinasi mengurangi jumlah suntikan. Cukup satu tusukan untuk lima perlindungan.
Kunjungan usia 2 bulan kami terlewat. Apakah harus diulang dari awal?
Tidak perlu mengulang dari awal. Imunisasi cukup dilanjutkan begitu teringat. Rangkaian tidak batal, hanya bergeser. Jarak antar dosis DPT-HB-Hib minimal 4 minggu. Bila bayi Anda terlambat beberapa dosis, petugas puskesmas atau dokter anak akan menyusun jadwal pengejaran.
Jangan sampai terlewat. Catat dan dapatkan pengingat
Tandai dosis yang sudah diberikan di aplikasi WeLoveOurBaby dan dapatkan pengingat otomatis untuk jadwal berikutnya, dihitung dari tanggal lahir anak Anda.
Mulai catat imunisasi gratisUsia berikutnya: Usia 3 bulan
- Kemenkes RI, Ayo Sehat: Seputar Imunisasi (jadwal imunisasi rutin anak)
- IDAI, Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun (rekomendasi 2024)
Terakhir ditinjau: 2026-08