Imunisasi Usia 18 bulan: DPT-HB-Hib Lanjutan (Booster) & MR 2 (Booster Campak-Rubela)
Di usia 18 bulan bayi Anda (yang kini balita aktif) mendapat dua booster: MR 2 dan DPT-HB-Hib Lanjutan. Dosis ini 'menyegarkan' perlindungan dari rangkaian dasar sebelum menurun seiring usia.
ⓘ Halaman ini bersifat edukatif, bukan saran medis. Untuk kebutuhan spesifik, konsultasikan dengan dokter anak atau bidan Anda.
Vaksin yang diberikan di usia 18 bulan
-
DPT-HB-Hib Lanjutan (Booster)
- Melindungi dari
- Menjaga kekebalan difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Hib tetap tinggi. Antibodi dari rangkaian dasar usia 2–4 bulan menurun seiring waktu.
- Cara pemberian
- Suntikan di lengan atau paha (intramuskular).
- Efek samping
- Demam dan bengkak di bekas suntikan 1–3 hari; kadang terasa benjolan kecil yang hilang dalam beberapa minggu.
- Ketersediaan
- Tersedia di klinik dokter anak (IDAI); sebagian puskesmas juga menyediakannya.
-
MR 2 (Booster Campak-Rubela)
- Melindungi dari
- Dosis kedua campak-rubela melengkapi perlindungan menjadi hampir 100%. Sebagian kecil anak tidak berespons penuh terhadap dosis pertama.
- Cara pemberian
- Suntikan di lengan atas, di bawah kulit (subkutan).
- Efek samping
- Sama dengan MR 1: demam atau ruam ringan yang muncul 7–12 hari kemudian dan hilang sendiri.
- Ketersediaan
- Di program Kemenkes, MR dosis kedua diberikan lewat BIAS di kelas 1 SD; IDAI merekomendasikan booster di usia 18 bulan (tersedia di klinik dokter anak).
Mengapa penting di usia ini?
Antibodi dari rangkaian dasar menurun perlahan setelah usia 1 tahun, sementara anak justru semakin banyak bermain di luar dan bertemu banyak orang. Booster di usia 18 bulan mengembalikan kadar antibodi ke puncaknya: dua dosis campak memberi perlindungan hampir 100%, dan DPT-HB-Hib lanjutan menjaga pertahanan terhadap difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Hib.
Yang perlu dibawa ke posyandu
Bawa Buku KIA dengan catatan lengkap usia 0–9 bulan. Booster ini paling mudah didapat di klinik dokter anak (IDAI); sebagian puskesmas juga menyediakannya. Telepon dulu untuk memastikan ketersediaan. Jelaskan pada balita bahwa akan disuntik dan bawa mainan pengalih.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu booster dan mengapa perlu padahal imunisasi dasar sudah lengkap?
Booster adalah dosis pengingat. Perlindungan dari rangkaian dasar menurun bertahap; booster mengembalikannya ke tingkat penuh dan memperpanjangnya bertahun-tahun ke depan. Tanpa booster, anak tetap terlindungi tetapi tidak sekuat seharusnya.
Di mana bisa mendapatkan imunisasi usia 18 bulan?
MR 2 dalam program Kemenkes diberikan lewat BIAS saat anak masuk kelas 1 SD, namun IDAI merekomendasikannya di usia 18 bulan agar perlindungan tidak menyisakan celah. Booster MR dan DPT-HB-Hib lanjutan tersedia di klinik dokter anak; sebagian puskesmas juga melayaninya.
Apakah setelah 18 bulan masih ada imunisasi lagi?
Ya. Melalui program BIAS di sekolah anak mendapat DT di kelas 1 dan 2 SD serta MR lanjutan, dan IDAI juga merekomendasikan vaksin tambahan seperti influenza tahunan, varisela, dan tifoid. Jadwal lanjutan akan dicatat di Buku KIA dan dapat dipantau lewat aplikasi.
Jangan sampai terlewat. Catat dan dapatkan pengingat
Tandai dosis yang sudah diberikan di aplikasi WeLoveOurBaby dan dapatkan pengingat otomatis untuk jadwal berikutnya, dihitung dari tanggal lahir anak Anda.
Mulai catat imunisasi gratis- Kemenkes RI, Ayo Sehat: Seputar Imunisasi (jadwal imunisasi rutin anak)
- IDAI, Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun (rekomendasi 2024)
Terakhir ditinjau: 2026-08