Inti pendekatan ini sederhana: anak yang sehat tahu berapa banyak ia butuh makan. Tugas orang tua adalah menyediakan makanan bergizi pada waktu yang teratur, lalu memercayai nafsu makan anak.

Tunggu tanda lapar yang nyata

Daripada menyodok sendok demi sendok atau menawari camilan terus-menerus, perhatikan tanda lapar: anak mulai tertarik pada makanan, membuka mulut, atau meraih piring. Bila tidak tertarik, akhiri makan dengan tenang.

Orang tua menentukan apa dan kapan; anak menentukan berapa banyak.

Jadwal makan yang tenang

  • Sarapan, makan siang, makan malam, dan satu camilan pada sore hari — tanpa ngemil di selanya.
  • Makan bersama di meja tanpa layar, sebentar saja (10–20 menit untuk balita).
  • Perkenalkan bahan baru berulang kali; tidak perlu paksa pada percobaan pertama.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ‘pembagian tanggung jawab makan’ yang didukung banyak ahli gizi anak. Ia cocok untuk banyak keluarga, tetapi bukan satu-satunya cara. Ikuti kebutuhan dan budaya keluarga Anda, dan konsultasikan dengan dokter anak bila ada kekhawatiran soal berat badan atau asupan.