Otak balita belum berkembang untuk mengatur emosi besar. Saka marah besar, mereka tidak bisa ‘berpikir jernih’ — bagian logis otak (cortex) membutuhkan bagian emosional untuk tenang dulu.

Langkah dampingan

  • Turunkan suara dan tubuh Anda — jongkok sejajar mata mereka.
  • Berikan nama perasaan: ‘Kamu kesal karena mainannya diambil.’
  • Tawarkan kehadiran: peluk bila diterima, atau duduk dekat bila tidak.
  • Bicaralah setelah badai mereda — bukan saat puncak amarah.

Tugas Anda bukan menghentikan tangis secepatnya, tetapi membantu anak belajar menenangkan diri seiring waktu.

Tahan batas tetap penting: dampingi perasaan, tetapi tidak menyerah pada permintaan yang tidak masuk akal. ‘Kamu boleh marah, tetapi kita tidak memukul.’ Konsistensi dan ketenangan Anda — bukan hukuman — yang mengajarkan regulasi.